Meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI yang baik agar bayi gemuk

Meningkatkan kuantitas ASI agar bayi gemuk


Air susu ibu atau ASI merupakan asupan terbaik karena mengandung banyak nutrisi penting dan mengandung banyak manfaat yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi anda, namun dalam beberapa kasus ada bayi yang tak kunjung gemuk walaupun sudah diberi ASI secara teratur. Hal tersebut dapat terjadi karena disebabkan beberapa faktor, yang paling umum di sebabkan karena kurang nya kuantitas dan kualitas ASI yang di produksi ibu. Bagai mana cara mengatasinya ? anda dapat mengikuti tips berikut :

1. Makanan yang bergizi

Makanan yang bergizi dan seimbang dapat menghasilkan ASI yang baik, bukan hanya banyak namun juga berkualitas. Dengan makanan yang bergizi dan seimbang maka ASI yang dihasilkan juga akan mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam tumbuh kembangnya. Karena makanan yang bergizi lebih lengkap isi dan kandungan nutrisi nya daripada susu formula untuk bayi dan untuk ibu menyusui. Berikut beberapa makanan yang di rekomendasi kan untuk ibu menyusui :
  • Sayur bayam
Sayur bayam mengandung zat besi yang sangat bermanfaat untuk mencegah ibu anemia. Selain mengandung zat besi, bayam juga mengandung asam folat, vitamin K, dan Kalsium. Mengkonsumsi bayam setiap hari bermanfaat untuk mencerdaskan otak bayi.
  • Brokoli
Brokoli dipercaya sebagai salah satu sayuran hijau yang kaya manfaat. Sayuran ini cocok di konsumsi semua orang. Sama seperti bayam, brokoli mengandung asam folat, vitamin A, Vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E. Brokoli mengandung nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan mata.
  • Kacang hijau
Kacang hijau mengandung banyak vitamin seperti, vitamin A, B, B1 dan C. Dengan rutin mengkonsumsi kacang hijau maka kebutuhan nutrisi untuk bayi bisa terpenuhi. kacang hijau juga bermanfaat untuk melancarkan ASI.
  •  Daun katuk
Daun katuk dipercaya dan terbukti dapat memperlancar dan meningkatkan kualitas ASI. Karena kaya akan manfaat, daun katuk banyak diekstrak dan dijadikan tambahan kandungan susu ibu menyusui dan dijadikan tablet untuk ibu menyusui.
  • Yogurt 
Yogurt memiliki manfaat untuk membantu memperlancar pencernaan manusia. Tak hanya itu, yogurt juga bermanfaat bagi tulang sang ibu dan bayi, karena mengandung rendah lemak dan tinggi kalsium.

2. Hindari makanan yang dapat mengurangi produktifitas ASI

Selain mengkonsumsi makanan yang bergizi ibu menyusui juga harus menjaga pola makan untuk menunjang kualitas ASI yang dihasilkan. ada beberapa makanan yang harus dihindari untuk ibu menyusi, berikut penjelasannya :
  • Makanan asam
Kandungan asam yang berada pada beberapa jenis makanan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada ibu menyusui. Kondisi seperti itu, tentu berpengaruh pada jumlah ASI yang dapat di produksi. Tak hanya ibu, asam yang tercampur dengan ASI juga bisa membuat perut bayi menjadi perih dan pencernaannya terganggu.
  •  Makanan pedas
Untuk para ibu menyusui, banyak dokter menyarankan untuk mengurangi bahkan melarang konsumsi makanan pedas. Makanan pedas seperti cabai yang dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan diare pada mereka sehingga tubuh menjadi lemah dan berpengaruh pada suplai ASI. Bukan hanya itu, cabai juga mengandung zat capsaisin yang tak jarang dapat menimbulkan alergi baik pada ibu maupun bayi. 
  • Kafein
Konsumsi kafein pada kopi dan jenis makanan lainnya yang berlebihan juga dapat mengurangi produksi ASI. Selain itu, bila ibu terlalu banyak mengkonsumsi kafein bayi akan menjadi rewel karena cepat pusing dan mengalami gangguan pencernaan. Oleh karena itu, bagi ibu menyusui sebaiknya hanya mengonsumsi kopi kurang dari 3-4 cangkir per hari. Walaupun kopi memberikan efek yang menenangkan, anda harus bersedia berkorban agar bayi anda tetap mendapatkan ASI yang cukup.
  • Mint
Daun-daunan mint, seperti pepermint dan seledri memang sudah terbukti berguna mengurangi produksi ASI. Bahkan biasa dipakai oleh para ibu yang sedang dalam proses menyapih sang bayi. Untuk anda yang masih ingin terus aktif menyusui, tentu mint adalah makanan yang harus dihindari atau dikurangi.

3. Pumping ASI atau memompa ASI keluar

Saat masa awal menyusui ibu akan sering merasa produksi ASI terlalu banyak dan berlebih. Hal itu terjadi karena payudara belum bisa menyesuaikan kebutuhan ASI yang diperlukan oleh bayi. Pada masanya nanti, produksi ASI akan mulai menyusut dan menyesuaikan dengan berapa banyak bayi minum dan berapa kebutuhan ASI yang diperlukan oleh bayi setiap harinya.  Saat  Produksi ASI masih melimpah, sebaiknya anda tetap memompa ASI keluar karena ASI yang berlimpah namun tidak dikeluarkan akan menimbulkan pembengkakaan kelenjar mamae yang berujung pada mastitis, keadaan dimana saluran ASI tersumbat. Selain itu memompa ASI berguna untuk mengurangi nyeri dan tekanan pada payudara yang bengkak. Pada ibu yang produksi ASI nya sedikit, memompa ASI  juga dapat merangsang produksi ASI dan meningkatkan cadangan ASI.

4. Menyusi secara teratur

Susui bayi minimal 15 menit di satu payudara untuk mendapatkan hindmilk. Memberikan asi sebenarnya tidak ada durasi waktu yang menjadi patokan khusus, Anda dapat memberikan ASI hingga bayi anda merasa kenyang, karena bila sudah kenyang maka bayi akan berhenti menyusui dengan sendirinya. Waktu yang tepat untuk menyusui idealnya adalah 3 jam sekali atau 8 dampai 12 kali sehari. Bayi memiliki lambung yang kecil, sehingga mereka meminum sedikit demi sedikit namun dalam intensitas yang sering. Anda tidak perlu merasa khawatir bayi anda akan kembung karena ASI sangat mudah dicerna dan diserap oleh pencernaan.

5. Jika bayi sudah boleh mengkonsumsi MPASI, pastikan jadwal makanya teratur.

Mulailah memberi MPASI sebanyak dua kali sehari dan sekitar dua sendok makan saja. Gunakan sendok makan bayi untuk menyuapinya. Bayi biasanya dapat mengonsumi MPASI sebanyak dua sendok makan hingga dua cangkir (480 gram) per hari. Jumlah ini tergantung dari ukuran dan kemampuan makan bayi. Ada banyak menu MPASI yang dapat anda berikan untuk buah hati anda, salah satunya adalah MPASI wortel, jika anda belum mengetahui cara membuat MPASI wortel anda bisa mengunjungi artikel tentang cara membuat MPASI wortel untuk bayi usia 6 bulan.

Itu adalah beberapa tips untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI yang baik agar bayi gemuk. Secara umum, berat badan bayi akan mengalami penurunan di usia 3-6 bulan. Namun setiap minggu berikutnya, diikuti dengan pemberian ASI rutin, berat badan bayi akan naik secara signifikan antara 105-147 gram. Yang paling penting untuk dipikirkan para ibu adalah, jangan membanding-bandingkan anak dengan yang lain karena kondisi kesehatan setiap anak bisa berbeda.

Share this